08 Mei 2019 | Dibaca : 383 Pengunjung
Rabu pagi, 8 Mei 2019 terdengar alarm gempa bumi, seluruh Pegawai Kejari Bangli yang telah diberi teori-teori dan pelatihan singkat untuk menghadapi kondisi bencana khususnya gempa bumi langsung menyelamatakan diri dan berlindung sesuai dengan cara yang telah disampaikan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli.
Dalam simulasi singkat tersebut, diketahui bahwa hal yang harus dihindari adalah kepanikan, diharapkan ketenangan dari masyarakat tetap terjaga dengan baik sehinga bisa berpikir tenang untuk menyelamatkan diri.
Jika terjadi bencana, harus diketahui posisi tangga darurat yang akan digunakan sebagai jalur evakuasi, termasuk titik kumpul, masyarakat juga bisa belindung di pojok bangunan yang jauh dari kaca atau benda yang bisa roboh.
Setelah mengikuti simulasi singkat tentang bencana gempa bumi, seluruh pegawai Kejari Bangli melanjutkan pelatihan singkat menghadapi kebakaran yang disampaikan tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangli.
Dalam simulasi selanjutnya, diskenariokan terjadi kebocoran di selang kompor gas. Kepala Kejaksaan Negeri Bangli, Nur Handayani, SH.MH kemudian langsung menghentikan nyala api dari selang gas yang bocor tersebut dengan cara menutup mengugunakan jari, kemudian melepas regulatornya.
Selain itu, tim Damkar Kabupaten Bangli juga memberi pelatihan cara menggunakan tabung pemadam kebakaran, yang bertujuan memberikan pemahaman bagi seluruh pegawai Kejari Bangli ketika terjadi bencana kebakaran, apa saja yang harus dilakukan dan tidak boleh ada kepanikan ketika menghadapi situasi seperti itu.
08 Mei 2019 Dibaca : 383 Pengunjung
Perjanjian Kinerja Kejaksaan Negeri Bangli
827Rencana Kerja Kejaksaan Negeri bangli Tahun 2025
818Rencana Strategis Kejaksaan Negeri Bangli Tahun 2025
880LKJIP Triwulan 2 Kejaksaan Negeri Bangli
805LKJIP Triwulan 1 Kejari Bangli